;
;

Selasa, 15 April 2008

Step 2. Menilai Jajaran Stategis dan Kompetensi Inti (core competencies)

Jajaran strategi (stategic alignment). Pada gambar 7.4. ditunjukkan bahwa proses perencanaan strategi harus mempertimbangkan rencana strategis untuk unit bisnis yang spesifik, seperti manufaktur/operasional, teknologi/keteknikan, dan sumberdaya yang strategis untuk digunakan. Beberapa pertanyaan yang harus dijawab pada tingkatan pengembangan adalah sebagai berikut :

  1. Bagaimana kontribusi suplai menjadi tujuan dari stategi unit bisnis?
  2. Apa arah dan strategi operasional/produksi di masa yang akan datang?
  3. Apa visi jangka panjang untuk menggambarkan rantai suplai (supply chain) organisasi 5 tahun mendatang?
  4. Rencana teknologi seperti apa yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan untuk jangka pendek dan jangka panjang?.

Gambar 7.4. Jajaran Strategi melalui Perencanaan Bisnis




Step 3. Melakukan Analisis Biaya Total dari Alternatif Penerapan Insourcing/Outsourcing

Jenis biaya insourcing/outsourcing. Gambar 7.7 menunjukkan kategori berbeda yang harus dipertimbangkan dalam membuat pilihan terhadap insourcing/outsourcing. Elemen variabel cost yang pertama, menunjukkan bagian teratas dari biaya. Elemen total variabel cost secara langsung berhubungan dengan produk (barang) dan jenis tingkatan produksi.

Gambar 7.7. Biaya-biaya yang Termasuk ke dalam Insourcing

Elemen Total Biaya Variabel

· Bahan baku

· Variable fringes

· Biaya alat

· Buruh

· Biaya tak terduga

· Overtime & premium

· Muatan terbatas

· Suplai

Elemen Total Biaya Pabrik (produksi)

· Variabel cost total

· Biaya ongkos tertentu (fees)

· R&D

· Buruh luar dan Fringes

· Biaya tetap tak terduga

· Pajak properti

· Iklan

· Biaya bahan tidak langsung

· Biaya sewa bangunan

· Gaji staf pendukung

· Utilitas

· Pemeliharaan (maintenance)

Biaya operasional keseluruhan

· Biaya total pabrikan

· Penyusutan (depreciation)

· Biaya alat

· Gaji eksekutif

· Biaya transfer

· Administrasi korporat

· Biaya komersial

Step 4: Mempertimbangkan Faktor Non-biaya dan Mencapai Keputusan Secara Keseluruhan.

Ketika membuat keputusan untuk melakukan insourcing/outsourcing, pembuat keputusan harus mempertimbangkan berbagai faktor non-biaya.

Keunggulan Insourcing. Ada beberapa keunggulan yang terpadu pada barang atau jasa. Pertama, tingkat kontrol yang diharapkan pembeli untuk menilai transfer teknologi harus menjadi pertimbangan. Keterpaduan iap langkah yang diproteksi dari penggunaan yang tidak terautorisasi, kemudian keterpaduan tersebut menjadi pilihan untuk memilih outsourcing. Fasilitas yang digunakan menjadi scope efisiensi perusahaan.


Keunggulan Outsourcing. Keunggulan utama adalah adanya proses providing yang berada pada level terbaik dan fleksibel sehingga pada waktu tertentu dpat diperoleh. Terdapat resiko investasi yang rendah terhadap ketidakpastian supplier yang sudah sering terjadi dalam perencanaan dan instrumen investasi dapat dengan fleksibel diperkecil.

Keputusan Melakukan Insourcing/Outsourcing

Keputusan yang dilakukan sebenarnya merupakan strategi perusahaan melalui investasi terhadap kapabilitasnya (tergantung jenis keputusan yang diambil; outsorcing atau insourcing). Hal yang pertama kali dilakukan biasanya adalah debat tentang kelemahan dan keuntungan dua kriteria tersebut, selanjutnya mengidentifikasi teknologi dan kapabilitas khusus yang dibutuhkan diantaranya adalah : disain, peralatan yang digunakan, sumberdaya manusia dan biaya. Pengambil keputusan selanjutnya menemukan indikasi kapabilitas internal perusahaan dan biaya yang menyinkronkan dan mempertimbangkan supplier yang ada, bila memungkinkan melakukan benchmarking konsep yang telah diterapkan kompetitor.

Pelaksanaan Keputusan

CE telah efektif dalam memilih keputusan outsourcing untuk kegiatan disain dan aktivitas produksi dengan mempertahankan konsep pengetahuan arsitektur (architectural knowledge) internal perusahaannya. Konsep ini merupakan detail dan spesialisasi dalam menangkap keinginan konsumen dan mereproduksi produk melaui specifikasi subsistem yang diterapkan melaui outsourcing. Ada beberapa metode yang menggambarkan kapabilitas supplier terhadap order yang diinginkan CE yaitu :

  1. Analisis disain produk dan review komponennya
  2. Evaluasi dan melengkapi kapabilitas proses produksi
  3. Mengatur dan mengawasi (oversee) komponen teknologi dan prosedur kerja.


KESIMPULAN

Keputusan melakukan insoursing/outsourcing merupakan sesuatu yang penting untuk kesuksesan ekonomi perusahaan karena keputusan tersebut mencerminkan batas kemampuan ekonomi dan karakteristik kompetitif dari sebuah perusahaan. Keputusan ini sebenarnya didasari oleh issue ekonomi terhadap harga, kualitas, dan kuantitas produk. Manajer purchasing, operasional, dan teknologi membutuhkan koordinasi untuk mengidentifikasi aktifitas yang merupakan kompetensi khusus. Mereka juga harus mengidentifikasi aktivitas-aktivitas yang paling baik dari sumberdaya eksternal. Para manajer harus mengetahui pengetahuan dalam ekonomi jangka panjang dan jangka pendek yang dihubungkan dengan keputusan melakukan insourcing/outsourcing, terutama dari perspektif biaya total. Akhirnya, perusahaan harus melakukan penilaian yang akurat terhadap teknologi yang penting untuk kesuksesan di masa depan.

Senin, 07 April 2008

History

SEJARAH DAN INOVASI TELEVISI

Awal dari televisi tentu tidak bisa dipisahkan dari penemuan dasar, yaitu hukum Gelombang Elektromagnetik yang ditemukan oleh Joseph Henry dan Michael Faraday (1831) yang merupakan awal dari era komunikasi elektronik.1876 - George Carey menciptakan Selenium Camera yang digambarkan dapat membuat seseorang melihat gelombang listrik. Belakangan, Eugen Goldstein menyebut tembakan gelombang sinar dalam tabung hampa itu dinamakan sebagai Sinar Katoda.

Minggu, 06 April 2008

IADM (Paper Antoinne)

MEMILIH SYSTEM TELEKOMUNIKASI DENGAN METODE AHP
Antoine GOUSSARD
POLYTECH MARSEILLE – DEPARTEMENT DE GENIE INDUSTRIEL
Domaine Universitaire de St Jérôme,
13397 MARSEILLE Cedex 20
France.

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata Kuliah Information Analysis & Decision Making

Dosen : Dr. Rakhmat Ceha

Oleh : Ifan Wirahadian (1.413.011)

MAGISTER MANAJEMEN
FAKULTAS BISNIS DAN MANAJEMEN
UNIVERSITAS WIDYATAMA
2007

Pendahuluan

Sejalan dgn penghapusan peraturan pada industri telokumunikasi, kompetisi pasar menjadi sengit pada banyak perusahaan agar bertahan dalam lingkungan yang kompetitif, perusahaan telekomunikasi perlu menawarkan produk baru dan pelayanan untuk menciptakan kepuasan pelanggan {permintaan dengan harga murah dan kualitas tinggi pada waktu yang bersamaan}, yang mungkin membutuhkan penerapan teknologi yang tepat. Biasanya teknologi tersebut terdiri dari jaringan kerja peralatan dan system, dan diperoleh dari supplier pada industri telekomunikasi. seringkali system tersebut diterapkan 5-10 thn atau bahkan lebih dan mempengaruhi posisi stratejik perusahaan. sehingga pemilihan perantara adalah masalah penting pada perusahaan telekomunikasi. seleksi system telekomunikasi melibatkan banyak criteria yang berhubungan dgn biaya, teknis dan performa operasional. karena jumlah criteria seperti seleksi adalah masalah yang kompleks.
Walaupun perusahaan telekomunikasi berkeinginan untuk menghabiskan banyak waktu dan uang untuk pemilihan perantara yang tepat, proses pengambilan keputusan tidak bisa sistematik dan terkadang keputusan memerlukan banyak waktu. selanjutnya, perlu adanya pengembangan proses seleksi perantara secara sistematik yang diidentifikasikan dan memprioritaskan criteria yang relevan dan juga mengurangi waktu dalam seleksi perantara dan mengembangkan pengambilan keputusan secara consensus/ menyeluruh.
Paper ini mencoba menginvestigasi kemungkinan kemudahan dalam penerapan metode AHP dalam seleksi perantara pada industri telekomunikasi. AHP dianjurkan karena kemampuannya untuk mengatasi criteria kualitatif dan kuantitatif menggunakan permasalahan seleksi perantara. selanjutnya, cara ini dapat dengan mudah dimengerti oleh manejer operasional. struktur hirarki juga digunakan dalam menyusun model AHP bisa memungkinkan tim evaluasi untuk menjelaskan masalah secara sistematik dalam criteria akhir yang relevan .
Pada sesi kedua kami mengidentifikasi faktor2 suksesi kritis untuk pemilihan vendor pada system telekomunikasi. faktor tersebut akan digunakan pada sesi 3 untuk menyusun model AHP dan dibandingkan dengan vendor yang berbeda. pada akhirnya kami menyimpulkan paper ini pada sesi kelima.

IBA (1)

"FENOMENA BISNIS FRANCHISE"

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata Kuliah Management of People

Dosen : Dr. Agus Rahayu

Disusun Oleh :
Ryan Kurniawan NRP 1413003
Afrin Martin NRP 1413008
Erika Bakti Raejeli NRP 1413010
Ifan Wirahadian NRP 1413011
Dedy Santika NRP 1413014
Mardi NRP 1413016

MAGISTER MANAJEMEN
FAKULTAS BISNIS DAN MANAJEMEN
UNIVERSITAS WIDYATAMA
2007

PENDAHULUAN

Franchise dipopulerkan di negara Amerika Serikat, namun asal mula kata Franchise berawal dari Eropa, yaitu Perancis dan Inggris. Kata Franchise sendiri bermakna "kebebasan" (Freedom). Di masa itu, bangsawan diberikan wewenang oleh raja untuk menjadi tuan tanah pada daerah-daerah tertentu. Pada daerah tersebut, sang bangsawan dapat memanfaatkan tanah yang dikuasainya dengan imbalan pajak/upeti yang dikembalikan kepada kerajaan. Sistem tersebut menyerupai royalti, seperti layaknya bentuk Franchise saat ini.
Di Amerika Serikat, Franchise mengalami booming pada tahun 60-70an setelah berakhirnya Perang Dunia ke-2. Pada saat itu, banyak terjadi praktek penipuan bisnis yang mengaku sebagai Franchise, salah satunya dengan cara menjual sistem bisnis Franchise yang ternyata belum teruji keberhasilannya di lapangan. Selain itu, Franchisor pun lebih fokus untuk menjual Franchise milik mereka dibandingkan membangung dan menyempurnakan sistem bisnis Franchisenya.